Melihat Bakat Dan Membimbing Potensi Anak


Setiap anak memiliki bakat yang begitu beragam. Banyak juga yang menganggap bahwa bakat beberapa anak justru sangat berkenaan dengan potensi yang memang dimiliki oleh orang tuanya. Dengan begitu banyak macam bakat atau hal-hal yang berkaitan akan potensi, maka tidak jarang pula yang memberikan pengertian bahwa bakat bisa diolah atau diasah.
Memang benar adanya, banyak yang menjadi bakat namun belum sampai tereksplorkan dengan baik, namun juga tidak jarang mengenai potensi yang begitu beragam, akan tetapi menjadi hal yang mampu berkembang karena asahan yang dilakukan.
Dengan banyaknya komentar atau pengertian mengenai hal tersebut, maka terdapat pula anggapan mengenai pentingnya melihat bakat serta cara membimbing anak pada potensi yang memang dimilikinya, berikut merupakan pembahasannya.

1. PEKA TERHADAP ANAK

Banyak orang tua yang bisa dibilang “kecolongan” karena telah kehilangan perkembangan anak yang memang sangat baik untuk mengolah daya bakat yang dimilikinya dari usia 3-14 tahun. Itulah yang sering menjadi penyebab adanya kesenjangan atau arah yang tertinggal, yang artinya orang tua telah terlalu lama tanggap akan potensi anak. Karena itulah yang nantinya membuat anak kurang mampu mengeksplor diri, hingga terkadang anak mengerti mengenai potensi dan bakat dirinya justru pada usia diatas 20 tahun. Sedangkan pada masa perkembangannya, ia belum mengetahui dan tidak terdapat dukungan dari orang tua untuk mengembangkan potensi tersebut.

2. DORONGAN DAN ARAHAN

Anak akan memiliki rasa percaya diri tinggi apabila ia mengerti tentang olahan daya pikir serta keikutsertaan dari orang tuanya untuk selalu memberi semangat, sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan memiliki anggapan serupa untuk terus mendorong anak dalam meraih sebuah prestasi dan mengasah bakat hingga menjadi hal yang ia kehendaki. Karena pada dasarnya, potensi seorang anak adalah hal yang sangat penting untuk diketahui orang tuanya, namun juga harus terdakat arahan untuk membuat potensi yang dimiliki oleh anak mampu berkembang dengan kesesuaian yang tepat sekaligus terarah.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan potensi tersebut. Dengan banyak sekali macam potensi akan membuat orang tua mengetahui arahan mana yang dapat membuat anak semakin banyak mengolah rasa dan karsa yang ia miliki menjadi sesuatu yang nantinya mampu berarti dalam hidupnya. Karena bakat seorang anak menjadi salah satu citra khusus yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga terdapat rasa ingin mengembangkan, melakukan yang terbaik, hingga mengeksplorkan bakat yang ia miliki tersebut.
Misalnya saja tentang potensi atau bakat menyanyi seorang anak, tidak aka nada salahnya jika orang tua mengetahui dan membimbing anak agar dapat mengaplikasikan tingkat bakat menyanyinya semakin berkembang, dengan les dan meningkatkan kemampuan percaya akan dirinya sendiri mampu membuat anak semakin melebarkan sayapnya, terlebih lagi apabila terdapat kesempatan-kesempatan emas tertentu yang mampu membuatnya semakin percaya diri, mengembangkan bakat, hingga mencapai prestasi diri.

4. BAKAT BUKAN PENGHAPUS TANGGUNG JAWAB

Pengertian satu ini juga menjadi sebuah arahan dari orang tua pada anaknya. Menjadikan bakat berupa upaya pengembangan diri anak, bukan menghapuskan tanggung jawa tertentu yang memang seharusnya dilaksanakan oleh anak dengan baik. Misalnya saja dengan membiarkan anak yang memiliki bakat menari untuk meninggalkan pendidikan formalnya begitu saja diatas bakat atau secara potensial yang ingin anak kembangkan. Inilah PR yang harus diaksanakan orang tua, sehingga anak mampu memberikan keseimbangan antara eksplorasi bakat dengan kewajiban mutlak. Dengan demikian, anak akan mampu mengembangkan bakat, tetapi juga tidak melupakan begitu saja mengenai kewajibannya.

5. PENGERTIAN YANG SESUAI PENGEMBANGAN

Dalam berkembangnya anak, tentu memiliki tingkat pengertian hingga potensi yang berbeda. Maka dari itulah, orang tua tidak dapat menyamaratakan, atau memukul rata nilai-nilai aspek pengembangan bakat dengan usia anak. Karena berbeda tingkat usia, juga berbeda pula pengertian hingga himbauan bagi mereka. Jadi, anak harus tetap dibimbing untuk mengembangkan bakatnya, namun juga sesuai akan usia yang ia miliki saat itu.
Maka dari itulah, sangat penting mengenai pengembangan bakat anak, karena itu salah salah satu tanggung jawab dan kewajiban orang tua, selain hal tersebut juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya adalah keselarasan anak untuk mengembangkan diri sekaligus tetap melaksanakan kewajiban. Jadi, saling melaksanakan kewajiban dan menyeimbangkan hak adalah kata kunci yang tepat antara orang tua dan anak dalam pengembangan potensi anak.



0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Rumah Membaca - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger